DENPASAR – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan pengarahan secara langsung kepada 53 orang Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi (Poltekim) yang tengah melaksanakan kegiatan Latihan Kerja Bhumi Pura Tahun Anggaran 2026. Pembekalan yang bertujuan untuk memantapkan kesiapan mental dan profesionalisme para calon aparatur sipil negara tersebut berlangsung di Ruang Dharmawangsa, pada Senin (13/7).
Dalam paparannya, Felucia Sengky Ratna menekankan pentingnya penguasaan regulasi dan penegakan disiplin sebagai fondasi utama bagi setiap insan imigrasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2024, Kantor Wilayah memegang peran vital dalam mengoordinasikan seluruh tugas, fungsi, serta pertanggungjawaban Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di daerah kepada Direktur Jenderal Imigrasi. Oleh sebab itu, para taruna diingatkan agar senantiasa menghormati komando, menaati kewajiban kedinasan, serta menjauhi segala bentuk larangan sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 dan UU Aparatur Sipil Negara demi menjaga marwah institusi.
Kakanwil juga menginstruksikan seluruh peserta latihan kerja untuk menginternalisasi Perintah Harian Direktur Jenderal Imigrasi terbaru. Ada empat poin utama yang wajib dijalankan, yakni memperkuat integritas dan profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik agar berjalan cepat, tepat, dan aman, memperkuat pengawasan serta sinergi penegakan hukum keimigrasian, hingga memacu kompetensi dan inovasi di lingkungan kerja. Nilai-nilai ini diselaraskan dengan lima pilar Commander Wish Kakanwil Bali yang berfokus pada performa kerja, kepatuhan hukum, citra institusi, prestasi, dan pengembangan diri yang berkelanjutan.
Menutup arahannya, Felucia menegaskan agar seluruh jajaran menghindari gaya hidup mewah (hedonisme), bijak dan bijaksana dalam menggunakan media sosial guna mencegah kecemburuan sosial, serta menjauhi tempat hiburan malam atau perjudian yang dapat merendahkan martabat Korps Imigrasi.
Latihan Kerja Bhumi Pura ini diharapkan menjadi wadah terbaik bagi ke-53 Taruna/Taruni untuk mengabdi secara tulus dengan dilandasi nilai spiritual keikhlasan, kesabaran, tanggung jawab, dan rasa syukur.
