DENPASAR – Dalam rangka mempererat kerja sama internasional serta memperketat pengawasan wilayah perbatasan, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menghadiri dan mendampingi Pertemuan Tactical Working Group (TWG) yang digelar pada Jumat (10/7). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Bagus Aditya Nugraha Suharyono.
Pertemuan ini merupakan salah satu tindak lanjut nyata dari forum Immigration Cooperation Working Group (ICWG) yang dijalin secara berkala antara Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia dan Department of Home Affairs (DHA) Australia. Agenda rutin ini dipusatkan sebagai wadah pertukaran informasi operasional dunia guna menanggulangi berbagai ancaman di perbatasan wilayah yang dihadapi oleh kedua negara sahabat.
Pertemuan berpusat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari DHA Australia, Airline Liaison Officer (ALO) yang bertugas di Denpasar, serta jajaran pejabat dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Sementara itu, perwakilan dari Australian Border Force (ABF) beserta jajaran pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi pusat mengikuti perjalanan diskusi dari Jakarta melalui aplikasi Microsoft Teams.
Selain membahas taktis operasional evaluasi, momentum ini juga dirangkaikan dengan agenda audiensi langsung. Counselor DHA Australia, Mr. Enzo Quadraccia, beserta tim setingkatnya melakukan kunjungan resmi kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dengan didampingi secara melekat oleh perwakilan dari Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen kuat jajaran Imigrasi Bali dalam mendukung kebijakan pusat untuk membangun sistem keamanan maritim dan udara yang tangguh di regional. Melalui sinergi yang konsisten bersama pemerintah Australia, diharapkan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian transnasional di pintu masuk Pulau Dewata dapat berjalan semakin optimal, cepat, dan terukur.
