DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian, Andriyansah, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Keamanan Berwisata bagi Wisatawan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) . Kegiatan strategis ini berlangsung di Auditorium Tsinghua South East Asia, KEK Kura-Kura Serangan, Denpasar, pada Selasa (21/7).
Rakor forum ini menjadi penting bagi para pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas upaya peningkatan keselamatan dan keamanan wisatawan asal Tiongkok, yang merupakan salah satu penyumbang kunjungan mancanegara terbesar kedua ke Bali. Peserta yang hadir meliputi Konsulat Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar, Konsul Jenderal, Wakil Konsul Jenderal, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Polda Bali, jajaran Kantor Imigrasi dan Rudenim se-Bali dan Labuan Bajo, Bea Cukai Ngurah Rai, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan NTT, serta industri pariwisata.
Dalam momentum istimewa ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Bali menerima penghargaan bergengsi dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Kabid Doklanintaltuskim, Andriyansah, sebagai wujud penghargaan tertinggi atas kinerja dan komitmen luar biasa Kanwil Imigrasi Bali.
Pemberian penghargaan ini menandai hubungan kerja sama yang sangat baik dan kepercayaan yang kuat dari perwakilan negara sahabat terhadap jajaran Imigrasi di Bali. Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh pegawai Kanwil Imigrasi Bali untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pengawasan di masa mendatang.
Sebelumnya dalam sesi pemaparan, Andriyansah menegaskan bahwa komitmen keimigrasian dalam memberikan kemudahan pelayanan, seperti Visa on Arrival (VoA) dan e-VoA , tetap berjalan beriringan dengan pengawasan yang ketat dan terukur.
Hingga Juli 2026, jajaran keimigrasian di Bali telah turun sebanyak 531 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) . Pengawasan terus diintensifkan melalui Operasi Dharma Dewata, operasi gabungan lintas instansi, hingga patroli siber.
