DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan keamanan pariwisata Bali. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Bagus Aditya Nugraha Suharyono, mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, dalam rapat Selasa Pariwisata dengan tema Synergy Of Bali Tourism Stakeholders With Central And Regional Government: A Collaborative Forum For Sustainable, Competitive, And Inclusive Bali Tourism yang berlangsung di Ruang Rapat Prajasaba, Kantor Gubernur Provinsi Bali, Selasa (21/7).
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga asosiasi pelaku usaha pariwisata di Bali. Forum ini digelar sebagai langkah strategis untuk merumuskan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pariwisata Bali, seperti pengawasan Warga Negara Asing (WNA), penataan tata ruang, infrastruktur, hingga pengelolaan keamanan destinasi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menekankan bahwa forum kolaboratif ini dirancang sebagai wadah komunikasi rutin untuk menciptakan pariwisata Bali yang berbudaya, bermartabat, dan berkelanjutan.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah rencana pembentukan sistem basis data terpadu yang mengintegrasikan data wisatawan secara akurat. Sistem ini nantinya akan menghubungkan instansi keimigrasian, BPS, BMKG, dan BPBD guna memperkuat pengawasan keberadaan WNA, mitigasi bencana, serta peningkatan perlindungan bagi wisatawan.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Imigrasi Bali, Bagus Aditya Nugraha Suharyono, menyambut baik sinergi antarinstansi ini. Penataan dan pengawasan keimigrasian khususnya penertiban potensi pelanggaran izin tinggal maupun keterlibatan WNA dalam usaha ilegal seperti penyewaan vila tanpa izin menjadi salah satu fokus utama demi menjaga iklim pariwisata Bali tetap kondusif dan berkualitas.
