DENPASAR – Melanjutkan komitmen dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik yang transparan dan inklusif, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali kembali menggelar aksi berkelanjutan Mobil Layanan Informasi Keimigrasian di Dermaga Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kota Denpasar, pada Rabu (15/7). Kehadiran layanan jemput bola ini ditujukan untuk menyasar tingginya mobilitas wisatawan mancanegara serta masyarakat lokal yang beraktivitas di salah satu pusat transportasi wisata laut tersibuk di Bali.
Melalui pendekatan proaktif berbasis integrasi lapangan, Imigrasi Bali berupaya mendeteksi dini sekaligus menekan potensi pelanggaran administratif keimigrasian yang kerap dialami warga asing akibat keterbatasan akses informasi di titik-titik pariwisata luar kantor. Kehadiran berkala Mobil Layanan Informasi di kawasan Dermaga Sanur menjadi bukti nyata bahwa pelayanan keimigrasian tidak lagi menunggu di balik meja, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menegaskan bahwa dinamika pariwisata internasional menuntut institusi untuk terus bergerak melampaui batas pelayanan konvensional.
"Mobil layanan informasi keimigrasian di pintu keluar-masuk strategis seperti Dermaga Sanur ini adalah perwujudan komitmen nyata kami dalam menghadirkan kepastian hukum yang instan, efisien, sekaligus solutif bagi ekosistem pariwisata Bali," tegas Sengky.
Dalam pelaksanaannya, Tim TIKIM Kanwil DJI Bali memberikan layanan non-fasilitatif secara komprehensif, mencakup penjelasan tata cara perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan secara daring, masa berlaku Visa on Arrival (VoA), serta prosedur transisi ke Kartu Izin Tinggal Terbatas (ITAS). Edukasi preventif mengenai konsekuensi hukum overstay turut disampaikan secara langsung kepada WNA yang ditemui di lapangan.
Selain itu, petugas juga memberikan konsultasi dan pendampingan penggunaan aplikasi M-Paspor bagi masyarakat domestik, mendistribusikan pamflet dan brosur dwibahasa Indonesia-Inggris. Antusiasme masyarakat dan pelaku pariwisata di kawasan Dermaga Sanur terlihat tinggi. Kehadiran Mobil Layanan Informasi dinilai mampu menipiskan kesenjangan informasi sekaligus memberikan kepastian regulasi secara instan kepada WNA di tengah keramaian pusat transportasi wisata laut Bali.
