KLUNGKUNG – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Klungkung pada Selasa (14/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat internal kelembagaan, mengoptimalkan pelayanan publik, sekaligus meninjau langsung implementasi program strategis keimigrasian di tingkat desa.
Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Moch. Andri Budiman, Kepala Bidang Intelijen Keimigrasian dan Kepatuhan Internal, serta Tim TI Keimigrasian, dan Sumber Daya Manusia Kantor Wilayah.
Di hadapan seluruh jajaran struktural Kantor Imigrasi Klungkung, Felucia Sengky Ratna memberikan penguatan khusus terkait profesionalisme dan etos kerja. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk teguh berkomitmen terhadap nilai kejujuran, moralitas, serta profesionalisme tinggi dalam bertugas. Selain itu, Ia mengimbau peningkatan mutu pelayanan publik agar semakin responsif, adaptif, transparan, dan senantiasa berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui pengarahan ini, seluruh pegawai diajak untuk bekerja keras dengan dedikasi tinggi serta rasa tanggung jawab penuh terhadap amanah organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Setelah memberikan pengarahan internal, Kakanwil beserta tim bergerak menuju Desa Tojan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Peninjauan lapangan ini dilakukan guna mengevaluasi perkembangan kegiatan, mengukur efektivitas pembinaan yang telah berjalan, serta mengidentifikasi berbagai kendala nyata di lapangan sebagai bahan penyempurnaan program ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pula pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah desa dan Kantor Imigrasi dalam memberikan edukasi keimigrasian kepada masyarakat, termasuk kewajiban pelaporan keberadaan orang asing serta pencegahan tindak pidana keimigrasian demi meningkatkan kesadaran hukum warga setempat.
Kunjungan kerja ini tidak hanya memantapkan kedisiplinan dan pengawasan di tingkat tapak, tetapi juga memastikan bahwa keterbukaan informasi dan citra positif Imigrasi di tengah masyarakat tetap terjaga dengan baik.
