
DENPASAR – Setelah resmi diluncurkan pada awal pekan lalu, program jemput bola Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali melalui "Mobil Layanan Informasi Keimigrasian" terus bergerak aktif. Pada hari Jumat (29/5), armada layanan ini menyambangi salah satu urat nadi transportasi laut Bali, yaitu Dermaga Matahari Terbit, Sanur, Denpasar .
Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis mengingat Dermaga Sanur merupakan titik penyeberangan utama bagi ribuan Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara yang hendak menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengungkapkan bahwa kehadiran mobil layanan di Dermaga Sanur bertujuan untuk menyasar langsung para pelaku industri pariwisata, penjamin, serta warga asing yang sedang beraktivitas di kawasan pantai.
Dermaga Sanur adalah wajah dari mobilitas pariwisata Bali saat ini. Dengan hadir di sini, kami ingin memastikan bahwa informasi mengenai izin tinggal, pencegahan overstay , hingga kewajiban penjamin dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tanpa biaya oleh masyarakat maupun WNA, ujar Felucia.
Selama kegiatan berlangsung, petugas imigrasi aktif melakukan pendekatan persuasif dengan membagikan media sosialisasi digital dan memberikan konsultasi hukum gratis.
Sebagai layanan yang bersifat non-fasilitatif (tidak melayani pencetakan dokumen fisik atau foto paspor), kehadiran layanan mobil di Dermaga Matahari Terbit hari ini fokus pada empat fungsi Utama yaitu edukasi mengenai alur permohonan baru, penempatan, hingga penanganan paspor hilang, penjelasan detail mengenai perpanjangan ITAS/ITAP dan mekanisme alih status bagi WNA. Pendidikan bagi pemilik akomodasi dan penjamin lokal mengenai kewajiban melaporkan orang asing dan membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk melaporkan indikasi pelanggaran keimigrasian di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini mendapat respon positif, khususnya dari para agen perjalanan ( travel agent ) , pemilik kapal cepat ( speedboat ), serta wisatawan asing yang sedang mengantre penyeberangan. Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai regulasi keimigrasian terbaru tanpa harus datang ke kantor imigrasi resmi.
Operasional Mobil Layanan Informasi Keimigrasian ini dipastikan akan terus bergulir secara berkala hingga 29 Juni 2026 . Pihak Imigrasi Bali berharap, konsistensi program ini dapat memperketat pengawasan partisipatif sekaligus menjaga citra pariwisata Bali yang aman, tertib, dan taat hukum.
